Angin Dan Banjir di Ngawi
Puting Beliung Terjang Pitu
Empat Rumah Ambruk, Ratusan Rusak
NGAWI – Angin puting beliung menerjang Desa Pitu, Kecamatan Pitu, Rabu (petang lalu. Akibatnya, empat rumah ambruk dan ratusan lainnya rusak. Yakni di dusun Dusun Pitu, Watugudel dan Pelemsili. Pepohonan dan perkebunan tebu banyak yang ambruk akibat terjangan angin.
Kerusakan juga menimpa sebagian kios di pasar setempat. Saat peristiwa itu, warga mendengar suara seperti dengungan bersamaan datangnya angin. Hingga kemarin, empat rumah masing-masing milik Triono, Samiran, Paniyem dan Bandi masih dalam proses perbaikan.
Menurut Sumadi, sekitar pukul 17.00 WIB hujan turun dengan deras. Saat reda, puting beliung. Angin berputar memporakporandakan genting-genting rumah warga. ”Kami juga kaget, karena baru kali ini ada angin seperti itu,” ujarnya.
Rumah Triono yang ambruk, selama ini difungsikan sebagai kandang sapi. ”Saat ada kejadian sapi sempat tertimpa runtuhan. Tapi cepat ditolong jadi tidak ada yang mati,” tutur Triono.
Kades Pitu Suntoro, mengungkapkan, ada sekitar 200 rumah yang ikut rusak karena puting beliung itu. Tetapi, pihaknya belum dapat merinci kerugian yang diderita warga. ”Ya diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Karena, setiap satu rumah saja sudah menelan dana puluhan juta rupiah,” ungkapnya.
Suntoro menambahkan, dirinya sudah melaporkan peristiwa itu ke tim penanggulangan bencana Pemkab Ngawi. ”Rata-rata rumah yang ambruk dari struktur kayu. Tetapi, tidak ada korban jiwa,” kata Suntoro.
jawa pos
Random Post
Comments
One Comment on Angin Dan Banjir di Ngawi
Katakan pada kami tentang tulisan diatas...

















Surfing
Unknown on
Unknown