Diterjang Banjir, Jembatan Antar Kampung Terputus Akses Lumpuh
Jembatan yang menghubungkan Dusun Gabuhan-Boto Desa Purwasari Kwadungan terputus diterjang banjir, Sabtu malam(13/2). Itu setelah jembatan yang berada di atas aliran Sungai Ulo, salah satu anak Sungai Madiun tersebut, tidak mampu menahan debit air yang meningkat. Ini menyusul hujan deras yang menguyur di sekitar kawasan rawan banjir itu lebih dari lima jam.
Meski tak ada korban jiwa, terputusnya jembatan yang dibangun 15 tahun silam itu, praktis membuat akses utama warga setempat itu lumpuh. Aktivitas masyarakat sekitarpun terganggu akibat ambrolnya jembatan sepanjang 10 meter itu. Mereka terpaksa melintas jalur alternatif yang jaraknya mencapai dua kilometer. ”Ya jalannya itu menyusuri tepi sungai, jaraknya cukup jauh juga,” ungkap Amir Thohir, salah seorang warga.
Terputusnya jembatan itu, kata dia, tidak hanya faktor terjangan air. Tapi pembangunan plengsengan yang berada di sebelah utara jembatan juga diduga menjadi penyebab. Lantaran, proyek plengsengan itu pembangunannya terlalu menjorok ke badan sungai. Sehingga air mudah meluap bila terjadi banjir. ”Arus semakin deras. Dan, akhirnya mengikis pondasi jembatan,” terangnya.
Sebelum pembangunan plegsengan yang melintasi Sungai Ulo, proyek itu sendiri sempat diprotes warga. Lantaran, plengsengan yang dibangun secara bertingkat itu menjorok ke badan sungai mencapai dua meter. Sehingga, aliran air menjadi sempit. Namun, proyek tetap dilanjutkan oleh rekanan hingga sekarang. ”Bila membongkar plengsengan harus ijin terlebih dahulu dengan bupati. Itu kendala utamanya. Sekarang baru merasakan akibatnya,” ucapnya.
Sementara, puluhan petani yang memiliki lahan persawahan di sepanjang aliran Sungai Ulo terpaksa memanen dini tanaman padinya. Itu lantaran dua pekan terakhir kerap terendam banjir. Sehingga, tanaman padi banyak yang busuk.Panen raya sendiri diperkirakan berlangsung akhir Februari ini. ”Kalau tidak dipanen sekarang kerugian kami akan lebih besar. Kondisi semacam ini sama dengan tahun sebelumnya. Tanaman padi yang belum siap dipanen diterjang banjir,” tambah Sumanto, salah satu petani. (dip/isd) (mbak sri)
radarmadiun

lho apa waktu pembuatan plengsengan itu tidak dipikirkan tentang debit air saat air surut ato meluap…? jangan2 cuma ngejar bentuk plengsengan yang indah tetapi gak funsional ya….gitu deh
nganggoMozilla/5.0 (Windows; U; Windows NT 5.1; en-US; rv:1.9b3) Gecko/2008020514 Firefox/3.0b3
marai sampean ndek mben ra ngewangi….
nganggoMozilla/5.0 (Windows; U; Windows NT 5.1; en-US; rv:1.9.1.7) Gecko/20091221 Firefox/3.5.7
Semoga pejabat yang berwenang cepat turun tangan … semoga !!!!!
nganggo.-= Posting baru Anton : SMA NGAWI =-.
Mozilla/5.0 (Windows; U; Windows NT 5.1; en-US; rv:1.9.1.7) Gecko/20091221 Firefox/3.5.7
pengumuman pengumuman banjir telah tiba…
nganggoMozilla/5.0 (X11; U; Linux i686; en-US; rv:1.9.0.17) Gecko/2010010604 Ubuntu/9.04 (jaunty) Firefox/3.0.17
tak rewangono mbangun jembatan wong aku yo ra kuoso……………..ealah
nganggoMozilla/4.0 (compatible; MSIE 7.0; Windows NT 5.1; Foxy/1)
sok kapan yooooooooooooo aku bali ngawi kok dadine kangeeeeeeeeeeeeeeen karo kuto ngawi,kebanjiran sisan
nganggoMozilla/4.0 (compatible; MSIE 7.0; Windows NT 5.1; Foxy/1)
Mana ni regulatornya????
nganggoMasa mau duitnya tapi ga liat akibatnya???
Moga dapat ilmu dari kejadian ini….
Sabar ya “Konco Tani”
.-= Posting baru trinil : Malam =-.
Mozilla/5.0 (Windows; U; Windows NT 5.1; en-US; rv:1.9.1.1) Gecko/20090715 Firefox/3.5.1