Kelas RSBI Jadi Rebutan
SMP berlabel Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI) ternyata menjadi magnet tersendiri bagi siswa sekolah dasar (SD). Setidaknya, itu terlihat tingginya animo pelajar SD melanjutkan studi ke kelas RSBI SMP.
Di SMPN 1 Ngawi misalnya, tercatat ratusan calon siswa yang mendaftar. Pendaftaran sendiri dibuka sejak tiga pekan lalu. Setelah melalui tahapan seleksi administrasi, hasil tes tulis dan lisan diumumkan kemarin (3/3). ”Memang peminatnya cukup banyak. Ada 500-an siswa yang mendaftarkan diri,” terang Wakasek SMPN 1 Ngawi Sudaryono.
Untuk bisa duduk di bangku RSBI memang tidak mudah. Persyaratan administrasi misalnya, nilai rapor rata-rata 70 setiap semester. Calon siswa juga wajib mengikuti tes tulis dan lisan untuk mengetahui skill-nya. ”Untuk yang terakhir tes psikologi. Dan, juga wawancara dengan orang tua,” katanya.
Dijelaskannya, pihaknya tinggal menjalankan tes psikologi dan wawancara wali murid. Di tahapan terakhir itu, hanya diikuti 325 siswa. Sisanya sudah gugur di tahapan administrasi dan tes tulis.
Kuota siswa RSBI SMPN 1, lanjut Sudaryono, sebanyak 240 atau delapan kelas. Hal itu mengacu pada Surat Edaran Dirjen Dikdaksmen Depdiknas Nomor 0015/C3/KP/2010.
”Tentunya masih ada peserta yang nantinya bakal gugur. Tinggal hasil tes psikologi dan wawancara dengan wali murid yang menentukan,” ungkapnya.
Intan Nuraini, salah satu calon siswa, mengaku masih merasa waswas, meski dirinya lolos dalam tes tulis dan lisan. ”Ya masih kurang tes psikologi,”’ ucap siswa SD Karang Tengah Prandon itu.
Mengapa memilih kelas RSBI? Kata dia, didukung fasilitas belajar mengajar yang memadai. Salah satunya, penerapan metode bilingual. ”Tidak hanya bahasa Indonesia, tapi juga Inggris,” ujarnya. (dip/isd)
jawapos
Random Post
Comments
27 Comments on Kelas RSBI Jadi Rebutan
-
dameydra reply:06 Mar 2010 pukul 10:11
menggunakan browser Firefox 3.5.8 di Windows XP
-
Anton reply:08 Mar 2010 pukul 13:46
menggunakan browser Firefox 3.5.8 di Windows XP
-
ilhamjr berkata pada
04 Mar 2010 pukul 16:39
menggunakan browser Firefox 3.0.6 di Windows XP
-
sahabat PMII berkata pada
04 Mar 2010 pukul 19:05
menggunakan browser Firefox 3.0.18 di Ubuntu 9.04
-
galang berkata pada
05 Mar 2010 pukul 05:28
menggunakan browser Firefox 3.0 di Windows XP
-
minister ndru berkata pada
05 Mar 2010 pukul 06:56
menggunakan browser Firefox 2.0 di Windows XP
-
galang reply:05 Mar 2010 pukul 15:06
menggunakan browser Firefox 3.0 di Windows XP
-
vicky reply:14 Mar 2010 pukul 00:29
menggunakan browser Firefox 3.5.7 di Windows XP
-
bend berkata pada
05 Mar 2010 pukul 18:15
menggunakan browser Firefox 3.0.18 di Ubuntu 9.04
-
vicky reply:14 Mar 2010 pukul 00:31
menggunakan browser Firefox 3.5.7 di Windows XP
-
dameydra berkata pada
06 Mar 2010 pukul 10:17
menggunakan browser Firefox 3.5.8 di Windows XP
-
galang reply:06 Mar 2010 pukul 19:23
menggunakan browser Firefox 3.5.5 di Windows XP
-
sahabat PMII berkata pada
07 Mar 2010 pukul 09:10
menggunakan browser Firefox 3.6 di Windows XP
-
vicky reply:14 Mar 2010 pukul 00:33
menggunakan browser Firefox 3.5.7 di Windows XP
-
budies berkata pada
07 Mar 2010 pukul 18:52
menggunakan browser Firefox 3.0.18 di Windows XP
-
minister ndru berkata pada
08 Mar 2010 pukul 11:45
menggunakan browser Firefox 3.0 di Windows XP
-
budies reply:08 Mar 2010 pukul 21:39
menggunakan browser Firefox 3.6 di Windows Vista
-
Anton berkata pada
08 Mar 2010 pukul 13:52
menggunakan browser Firefox 3.5.8 di Windows XP
-
galang reply:08 Mar 2010 pukul 16:05
menggunakan browser Google Chrome 1.0.154.65 di Windows XP
-
Sahabat PMII berkata pada
09 Mar 2010 pukul 00:38
menggunakan browser Firefox 3.0.18 di Ubuntu 9.04
-
ndoro guh berkata pada
09 Mar 2010 pukul 08:02
menggunakan browser Firefox 3.0.18 di Windows XP
-
ern berkata pada
09 Mar 2010 pukul 15:49
menggunakan browser Firefox 3.0 di Windows XP
-
ndoro guh berkata pada
09 Mar 2010 pukul 20:45
menggunakan browser Firefox 3.0.18 di Windows XP
-
Mrpall berkata pada
12 Mar 2010 pukul 07:12
menggunakan browser Firefox 3.5.7 di Windows XP
-
vicky berkata pada
14 Mar 2010 pukul 00:38
menggunakan browser Firefox 3.5.7 di Windows XP
-
Choiri Setyawan berkata pada
14 Mar 2010 pukul 16:51
menggunakan browser Opera 10.10 di GNU/Linux
RSBI = Rintisan Sekolah Berstandar Indonesia.
Posting baru minister ndru : Motivasi atau Phobia kah ?! ![]()
[reply]
heueheuehue….. karo nunut pertamax
Posting baru dameydra : Listrik Pra Bayar Hematkah,…????? ![]()
[reply]
ka ka ka ka ka ka ka ka ka …
RSBI = Rintisan Sekolah Berstandar Indonesia
Posting baru Anton : Mencari Koneksi Internet ![]()
[reply]
bukan mas.. RSBI=Rintisan Sekolah Bertarif Internasional
kok pas ya,, SMPN 1 Ngawi…..
Posting baru ilhamjr : Touring 2010 "Goes to Magetan" ![]()
[reply]
aq milih RSBL aj murah meriah dan merakyat…..
[reply]
SDM lebih bisa berkompeten di era GLOBALISASI. RSBI, goes to ISO
Posting baru galang : Pengumuman PMDK UNS ![]()
[reply]
sudahkah sekolah-sekolah yang berlabel RSBI itu bener2 siap dalam artian siap sdm dan semuanya ??
Posting baru minister ndru : Motivasi atau Phobia kah ?! ![]()
[reply]
siap…
harus siap…
baik pengajar maupun siswane…
Posting baru galang : Pengumuman PMDK UNS ![]()
[reply]
belum siap… palengo….
[reply]
mengapa harus international duluan? jika generasi muda belum tuntas memahami dan memanfaatkan apalagi mengembangkan potensi lokal ngawi?
TANYA KEN APA?
[reply]
soale arep kerjo neng luar negeri sok mben…. :p,
[reply]
salut buat almaameter ku yang sekarang udahBI dan mnjadi magnet bagi pelajar….
Posting baru dameydra : Listrik Pra Bayar Hematkah,…????? ![]()
[reply]
sip mas….
Posting baru galang : Samsung Star (WIFI) ![]()
[reply]
RSBI jangan hanya ada berdiri dikota saja tetapi harus merata diseluruh pelosok ngawi.
Posting baru sahabat PMII : Alumni PMII : Ahmad Bagja Siap Pimpin PBNU ![]()
[reply]
sepertinya sulit mas…..
[reply]
kadang RSBI ini dipaksakan harus dilaksanakan di suatu daerah, padahal pengajar dan sarana pendukung belum siap.
semoga di ngawi siap segalanya…bukan wahnya saja
Posting baru budies : BLOG NOHARA KENA HACK ![]()
[reply]
betul itu pak…. dan bagi sekolah yang ditunjuk ataupun berusaha menjadi RSBI sudahkah benar2 SIAP ?!!
Posting baru minister ndru : Motivasi atau Phobia kah ?! ![]()
[reply]
seperti kebijakan bahwa setiap kabupaten harus ada RSBI, ya kalau guru-gurunya berkompeten ya bagus, tapi kadang hanya mengejar proyek
Posting baru budies : BLOG NOHARA KENA HACK ![]()
[reply]
Aku jadi penonton wae … lek koment wedi kliru …. ka ka ka ka ka ka ka ka
Posting baru Anton : Mencari Koneksi Internet ![]()
[reply]
hla ngku nek salah coment atut masuk …
sperti mb prita
Posting baru galang : Dapet Hadiah dari Google ![]()
[reply]
RSBI jangan hanya berdiri dikota saja tapi juga disetiap pelosok ngawi agar semua diffabel merasakan dan menikmati pendidikan yang layak.
Posting baru Sahabat PMII : Alumni PMII : Ahmad Bagja Siap Pimpin PBNU ![]()
[reply]
Salut ngawi sudah ada RSBI ayo maju ikutin perkembangan JANGAN TAKUT DULUAN SEBELUM DIJALANKAN
[reply]
apa SMP N 1 Ngawi juga tetap menyediakan kelas yang tidak RSBI? Apa semua anak didik yang berkwalitas secara otak tapi belum berkwalitas secara materi tidak diberikan kesempatan merasakan sekolah yang unggulan?? Apa tidak akan mendiskriminasi? Darimana akan terbentuk SDM yang unggul kalo dari awal pendidikan hanya seperti yang demikian? Justru yang dirasakan seolah2 anak yang benar2 berkwalitas secara otak namun belum pada materi akan diterlantarkan…????
[reply]
Pemerintah Akan Razia Sekolah Berlabel Internasional
Tuesday, 09 March 2010 17:30 Nasional
Banyak orangtua kecewa setelah mengeluarkan uang puluhan juta. Lebel internasional, kualitas lokal?
Hidayatullah.com–Sekolah berlabel internasional bakal di-sweeping oleh Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas). Pasalnya, banyak sekolah berlabel internasional namun praktiknya tidak sesuai dan mengecewakan orangtua murid yang sudah mengeluarkan uang puluhan hingga ratusan juta rupiah.
Pelaksanaan sweeping ini, menurut Kepala Humas Kemendiknas Muhajir, Selasa (9/3), sesuai dengan diberlakukannya PP Nomor: 17/2010. “Sweeping pasti segera dilakukan karena banyaknya keluhan dan laporan masyarakat. Jangan sampai masyarakat mendapat kualitas pendidikan yang semu sehingga merugikan,” katanya.
Saat ini memang banyak berdiri sekolah berlabel internasional dan pihak Kemendiknas tengah mendata jumlahnya di Indonesia, terutama di Jakarta.
“Ada kriteria untuk menjadi sekolah bertaraf internasional. Yang tidak masuk kriteria otomatis gugur. Seleksi akan sangat ketat agar tidak ada bayang-bayang kualitas semu,” tambahnya.
Dalam PP 17/2010 diterangkan sekolah internasional yang dimaksud wajib menyesuaikan dengan kurikulum nasional. Syarat ini mesti dilakukan oleh sekolah berlabel internasional.
“Semua ada standarisasinya. Standar nasional itu harus masuk, jangan sampai ada nuansa mengkomersilkan pendidikan. Harus ada nilai sesuai moral, integritas,” papar Muhajir lagi. [pko/www.hidayatullah.com]
[reply]
wong indo emang senengane melu2 tok…
[reply]
wes ra usah diambil pusing, kalau gak bisa diterima di SMP 1, masih banyak SMP smp di pinggiran, suasananya sejuk, bersahaja, dan murah meriah….
[reply]
ya gpp asalkan rebutan nya memang untuk prestasi..
[reply]
Katakan pada kami tentang tulisan diatas...

















menggunakan browser Firefox 3.0 di Windows XP