Keluhkan Tingginya Biaya Daftar Ulang SMA, SMP Ngawi

Pendaftaran ulang siswa baru jenjang SMA dan SMP yang dibuka sejak kemarin(7/7),mulai membuat sebagian wali murid waswas.Itu karena biaya yang harus ditanggung dalam tahun ajaran baru ini dinilai memberatkan.Khususnya,anggaran pembelian seragam. ‘Wah,uang seragamnya yang membuat kami keberatan. Hampir separo biaya yang dikeluarkan,’kata Rohkim, orang tua salah satu pendaftar yang diterima di SMAN 1 Ngawi.
Dikatakannya,untuk seragam murid laki-laki sebanyak empat setel,uang yang harus dikeluarkan mencapai Rp 400 ribu.Sedangkan murid perempuan sebesar Rp425ribu.
Biaya itu belum termasuk kaos olah raga dan atribut pelengkap pakaian.’Tambahan kedua item itu saja sebesar Rp160ribu.Tentu sangat memberatkan bagi kami yang berasal dari kalangan menengah ini,’tuturnya.
Para wali murid juga mengeluhkan iuran komite non fisik yang harus dibayarkan bersamaan untuk Juli dan Agustus sebesar Rp208ribu.Belum lagi,iuran insidental untuk fasilitas rehab gedung dan proses belajar mengajar(PBM)yang besarannya menunggu rapat komite dan pihak sekolah.’Untuk iuran gedung belum ada penarikan.Katanya menyusul.Besaranya sendiri tidak ada rambu-rambu sama sekali,’ungkapnya.
Ketua panitia Penerimaan Peserta Didik Baru(PPDB)SMAN 1 Ngawi Joko Trihono membenarkan bahwa biaya daftar ulang nominalnya menembus Rp900ribu.Menurut dia,uang yang harus dibayar itu sudah diasumsikan untuk kelengkapan para siswa dan keperluan PBM.
Perinciannya,lanjut Joko Trihono,juga tertulis jelas. Jadi,tidak direkayasa atau diselewengkan.’Kan sudah jelas,untuk seragam dan kegiatan siswa.Pokoknya kami jamin tidak ada penyimpangan,’tegasnya.
Terkait iuran isidental,dia mengatakan,pihaknya masih belum bisa memberi perincian besaran per siswa.Dana bantuan wali murid itu akan dibicarakan dengan komite dan pihak sekolah.’Istilahnya urun rembug, kesepakatan kisaran besaran itu nantinya yang akan menjadi beban wali murid,’pungkasnya
Random Post
Comments
12 Comments on Keluhkan Tingginya Biaya Daftar Ulang SMA, SMP Ngawi
-
vicky berkata pada
09 Jul 2010 pukul 09:15
menggunakan browser
Firefox 3.6.6 di
Windows XP
-
Hardian berkata pada
09 Jul 2010 pukul 10:11
menggunakan browser
Firefox 3.0.18 di
Windows XP
-
budies berkata pada
09 Jul 2010 pukul 18:02
menggunakan browser
Firefox 3.6.6 di
Windows Vista
-
MR.PALL berkata pada
13 Jul 2010 pukul 17:35
menggunakan browser
Firefox 3.6.6 di
Ubuntu 10.04
-
aan saja berkata pada
13 Jul 2010 pukul 17:43
menggunakan browser
Firefox 3.6.6 di
Ubuntu 10.04
-
gusticha berkata pada
14 Jul 2010 pukul 16:44
menggunakan browser
Internet Explorer 6.0 di
Windows XP
-
Masnolpitu Ngawi berkata pada
18 Jul 2010 pukul 01:06
menggunakan browser
Opera Mini 4.2.21150 di
J2ME/MIDP Device
-
sumaryadi berkata pada
18 Jul 2010 pukul 13:53
menggunakan browser
Firefox 3.6 di
Windows XP
-
Denmasmister berkata pada
19 Jul 2010 pukul 14:14
menggunakan browser
Firefox 3.6.6 di
Windows XP
-
pakne_thole berkata pada
27 Jul 2010 pukul 13:23
menggunakan browser
Google Chrome 5.0.375.99 di
Windows XP
-
qaboel berkata pada
24 Aug 2010 pukul 10:46
menggunakan browser
Firefox 3.6.8 di
Windows XP
Jika kesulitan keuangan, ke pegadaian dulu aja….,
mengatasi masalah tanpa masalah. *katanya*
[reply]
kalo menurut saya, seragam 4 setel 400 ribu itu wajar bu. dulu waktu saya masuk SMA tahun 2003, seragamnya 3 stel ditarik 300 ribuan.
termasuk murah itu mah, padahal tahunya uda beda jauh….
[reply]
lha mosok mlebu sekulah arep rak sragaman ?
iso2 video “kebebsana” bertebaran di kota ini
Posting baru Hardian : Menyapa DRIVEmaniacs![]()
[reply]
di sinilah pemda bisa ikut berperan membantu para peserta didik yang kesulitan atau terasa memberatkan, bukannya malah membuat statemen pendidikan gratis, tapi gak jelas kemana gratisnya. 900rb memang banyak, tapi keperluan anak-anak juga banyak. sebagai warga jatim yang memiliki semboyan “JER BASUKI MOWO BEO”..tentu bisa menyadari hal ini
[reply]
nek ga mau pake seragam yo ra usah bayar ajah ….gitu aja ko repot..
dan klo masalah rehab gedung itu sudah bukan masalah wali murid…itu mah masalah Pemda..lewat APBD….nek sik ditarik wali murid yo kebangeten…hehehe
[reply]
komite itu ngurusi ajah yg seharusnya diurus…..ga usah ngurusi pembangunan atawa rehab merehab gedung
[reply]
jer basuki mowo bea..
sing sabar nggih Bapak, Ibu, ingkang badhe nyekolahaken putra-putrinipun.
Salam sukses kagem SMA N 1 Ngawi!!!
[reply]
Utk mslh dana seragam n komite kami bg org tua yakin tak ad mslh..walau kamipun sbg org tk mampu, karna smua demi anak..akan ttp utk mslh gedung baru yg stelah pertemuan komite nanti org tw murid akan dimintakan amalnya (bukan tarikan) sbsr RP. 2.250.000,- sangatlah berat skali walo diangsur 3x..kalopun itu sangatlah wajib/harus berikanlah kebijakan khusus bg org tw murid kurang mampu..mungkin krg dari 1 jt..dgn syarat2 tertentu.
[reply]
buat alumni SMK Negri Kandangan Salam ye buat endang
[reply]
Hum, yang sma aja mahal apalagi ntar kalo mau kuliah… hikz ![]()
Posting baru Denmasmister : Adobe Photoshop CS5 Free![]()
[reply]
20 % dari APBN lho…
[reply]
tradisi tak berubah… jika birokrasi turun temurun… kasian orang desa kakeknya dulu buruh tani skarang cucunya juga bakal nerusin.. lha piye, sekolah wae larange koyo ngunu… akeh bgt alasan buat cari masukan duit… mbok komite sekolah cari solusi biar berkurang beban ortu utk pendidikan, ga malah cari2 celah buat meng- glmaourkAN sekolah!! kapan anak petani ngawi jadi mandiri ??? kapan yang berprestasi bisa maju?? mlah yang kaya tambah kaya<<< yang pejabat anak cucu tetep jadi pejabat…
[reply]
Katakan pada kami tentang tulisan diatas...












menggunakan browser
Firefox 3.6.6 di
Windows XP