Kembalinya Sang Maestro
Setelah kemarin Teater Magnit mementaskan JEJAKA MENCARI CINTA, kini giliran Teater Persada yang akan tampil dengan pentas monolog dari salah satu seniman ngawi yang sudah terkenal yaitu beliau Bapak MH Iskan. Dan yang lebih menarik lagi, Teater Persada juga menggandeng teater-teater sekolah yang ada di ngawi seperti Teater MAN Ngawi, Teater MAN Paron, Teater SMAN 2 Ngawi, Teater SMK PGRI 1 Ngawi, Teater SMPN 2 Ngawi dan Teater Hardo Sayoko yang akan membuka pentas ini.
Pentas Teater Persada akan dilaksanakan pada hari sabtu tanggal 13 Juni 2009 pukul 19.30 Wib dan bertempat di Aula DEPAG (Departemen Agama) di jalan Kartini nomor 15 Ngawi.
Dalam kesempatan ini MH Iskan akan mempertunjukkan salah satu karya monolognya yang berjudul TONGGAK. TONGGAK merupakan salah sartu karya monolog MH Iskan yang telah dipentaskan di berbagai kota dengan sambutan yang luar biasa. Perlu kita ketahui juga, seniman kelahiran Ngawi 11 November 1942 ini adalah pensiunan Dinas Pendidikan Nasional dan dia jebolan SSRI-ASRI Jogyakarta. Dia juga pernah bermain Teater bersama Putu Wijaya di Teater Mandiri. Dia juga yang sekarang aktif ikut membina Teater Magnit Ngawi.
Sebagai seorang penyair, dia menulis puisi bersama komunitasnya seperti M. Har Hariyadi (alm) dan Aming Aminoedhin dengan menerbirtkan kumpulan puisi “Tanah Kapur”, “Tanah Persada” dan “Tanah Rengkah”. Sebagai pelukis dia jebolan dari Sanggar Bambu Jogjakarta dan dipamerkan diberbagai kota. Sampai sekarang dia masih aktif melukis gaya sanggarbambuan. Dia juga pernah latihan tari di Bagong Kusudiardjo Jogjakarta dan di ngawi sebagai pelatih tari madzab bagong. Membuat film penerangan, kerjasama dengan BKKBN Kabupaten Ngawi dan juga membuat film sosialisasi pemilu bekerjasama dengan KPU Ngawi.
Dalam perjalanan menahkodai Teater Persada Ngawi, kelompoknya pernah menyandang juara Lomba Drama Se Jawa Timur (1978 dan 1993). Predikat sutradara terbaik, aktor terbaik, penyaji terbaik. Dan tahun 2008 kemarin mendapat anugerah seni dari Gubernur Jawa Timur. Sahabatnya yaitu Aming Aminoedhin juga mendapat gelar sebagai presiden syair jawa timur.
Semoga dengan pentas ini akan menyemarakkan kembali dan menumbuhkan bibit-bibit baru di kota ngawi. Ngawi memiliki seniman-seniman hebat. Jadi…jangan sampai tidak melihat pentas yang satu ini.
Random Post
Comments
One Comment on Kembalinya Sang Maestro
-
Tonggak Telah Mati | JAUHDIMATA berkata pada
18 Aug 2009 pukul 23:32
WordPress 2.8.4
[...] oleh aktor 70an ini benar-benar kaya akan makna. Meski berusia lebih dari 67tahun pemilik Teater Persada Ngawi ini cukup enerjik berguling-guling memerankan tokoh [...]
Katakan pada kami tentang tulisan diatas...
















