Larang Bawa HP, Izinkan Geledah Siswa

10 Jun 2009 by Admin

Ujian nasional (unas) pengganti akan digelar SMAN 2 Ngawi hari ini. Persiapan cukup ketat dilakukan dinas pendidikan dan sekolah setempat. Salah satunya dengan mengoptimalkan peran pengawas. ”Pengawas masih sama dengan unas lalu, tapi kami minta lebih maksimal,” terang Abimanyu, Kepala Dinas Pendidikan Ngawi kemarin (9/6).Abimanyu mengaku memberikan kewenangan lebih pada pengawas saat unas pengganti. Yakni dibolehkannya pengawas menggeledah siswa. Penggeledahan dilakukan sebelum masuk ruang ujian. Selain itu, pihaknya juga melarang siswa membawa telepon seluler. “Sebenarnya larangan itu sudah berlaku sejak dulu, tapi kami pertegas lagi biar tidak dituding curang,” tandasnya.

Apakah langkah dinas itu tak membuat siswa tertekan? Menurut Abimanyu, pihak sekolah sudah memberikan pengertian siswa tentang pentingnya kejujuran. Sehingga adanya pengawasan yang ketat dan penggeledehan bukan bermaksud merendahkan itikad kejujuran siswa. “Ini hanya antisipasi saja, untuk membuktikan bahwa kami serius mengajari kejujuran,” jelasnya.

Ujian pengganti tersebut rencananya diikuti 414 siswa. Terdiri dari SMAN 2, SMA Karya Pembangunan Kwadungan dan SMA Maarif Ngawi. Kartu peserta ujian pengganti juga sudah dibagikan kemarin. “Ada dua siswa yang masih bimbingan belajar di luar kota, namun sudah diberitahu soal ujian pengganti,” kata Endah Yunarni, Humas SMAN 2 Ngawi.

Siswa SMAN 2, SMA MAarif dan SMA KP Kwadungan mengaku lega dengan adanya ujian pengganti. Meski pelaksanaanny aterkesan mendadak, mereka mengaku siap mengikutinya. “Kalau boleh memilih, tentu kami ingin lulus tanpa harus ujian lagi,” kata Medischa Rhoza, siswa SMAN 2 Ngawi.

Sementara Kapolres Ngawi AKBP Budi Sajidin mengaku akan melakukan pengawalan ketat atas pelaksanaan ujian pengganti di SMAN 2 Ngawi. Tak tanggung-tanggung, 60 personel diturunkan untuk pengamanan itu. Pengamanan dilakukan terhadap soal, pelaksanaan ujian, hingga pengiriman hasil jawaban. “Pengamanan ketat kami lakukan mulai dari soal datang dari polres ke sekolah begitu pula sebaliknya,” kata Budi Sajidin. (ari/dhy)

Random Post

Comments

Katakan pada kami tentang tulisan diatas...

CommentLuv Enabled

THE BOBs Display Pagerank Add to Technorati Favorites Top Blogs Resources server monitor Top Politics blogs copy paste bebas tanpa syarat DigNow.net