Megaproyek Mulai Dievaluasi
NGAWI – Komisi D DPRD Ngawi mulai hari ini mengunjungi beberapa megaproyek yang dibiayai dana APBD. Tinjauan lapangan ini selain sebagai agenda rutin, juga ajang evaluasi untuk penyusunan anggaran tahun 2009. ”Kunjungan ini penting karena banyaknya dana APBD yang selama ini terserap untuk proyek fisik,” kata Wakil Ketua Komisi D DPRD Ngawi Dwi Rianto Jatmiko, kemarin (20/10).
Beberapa proyek besar yang akan dicek kondisinya antara lain pembangunan Terminal Ngawi dengan anggaran Rp 42 miliar dari APBD 2007 hingga 2009, pembangunan balai uji Dinas Perhubungan yang dianggarkan Rp 2,7 miliar atau naik dari sebelumnya Rp 2,3 miliar. Juga, pembangunan masjid agung dan berbagai proyek fisik sekolah serta dan peningkatan jalan.
Tak tanggung-tanggung, Komisi D menerjunkan empat tim agar dapat melakukan kunjungan tersebut sekaligus evaluasi menyeluruh. Selama ini menurut Antok –sapaan akrab Dwi Rianto Jatmiko–, sudah banyak masukan masyarakat tentang proses dan pelaksanaan proyek fisik di Ngawi. ”Kami perlu cek lapangan juga setelah mendengar masukan masyarakat itu,” tambahnya.
Salah satu yang menjadi sorotan kalangan dewan adalah pembangunan terminal dan masjid agung. Sebab, terminal yang digarap PT Reka Esti Utama ini sejak awal sudah direaksi kontra karena kekhawatiran mangkrak. Juga, sulitnya kontrol kualitas pembangunannya.
Sedangkan masjid agung perjalanannya juga penuh masalah sebelum akhirnya dikerjakan oleh PT Sadwiga Mustika Naga dengan nilai Rp 12,5 miliar. Beberapa proyek fisik di Ngawi memang banyak disorot. Bahkan Kejaksaan Negeri pun turun terkait pelaksanaan proyek fisik tahun 2007. Diantaranya pada pembangunan jalan Widodaren-Geneng dan peningkatan jalan di ruas Jalan Basuki Rahmat. (ari/irw)
jawapos
Random Post
Comments
One Comment on Megaproyek Mulai Dievaluasi
iya cek di cek ja pak…. kalau gak bener segera di benahi………
wah saya kok malah nyuruh nyuruh… hehehhe
posting terakhir vicky ridwana adalah… Liat TV lokal pake internet dengan Window Media Player
[reply]
Katakan pada kami tentang tulisan diatas...

















Surfing
Unknown on
Unknown