Menjelang 1Tahun Banjir Ngawi

Dokter Puskesmas Dilatih Evakuasi

Sejumlah dokter dan petugas puskemas di Kabupaten Ngawi kemarin (20/11) asyik berbasah-basah di Waduk Pondok, Kecamatan Bringin. Mereka tidak sedang berwisata, melainkan mengikuti latihan latihan bersama penanggulangan banjir.

Para tenaga medis itu diajarkan evakuasi dengan perahu karet. ”Adaptasi dengan alat perahu karet, dayung dan mengoperasikan perahu saat banjir, banyak yang tidak bisa,” kata Budi Ristiono, dari Brigade Siaga Bencana Dinkes Ngawi.

Latihan kemarin diikuti lebih dari 60 orang dan bekerjasama dengan Basarnas. Alat-alat penanggulangan banjir dan evakuasi korban seperti perahu karet, dayung, pelampung dan mesin perahu disiapkan di tepi waduk. Dalam latihan itu pasukan Dinkes tampak belum terbiasa mengoperasikan alat-alat tersebut. “Justru sekarang kami berlatih, mengingat Ngawi termasuk rawan banjir,” kata Budi.

Pengalaman tahun lalu, saat banjir besar melanda Ngawi, bantuan perahu karet datang dari Provinsi Jatim. Sayangnya, karena tak ada petugas dan tak bisa masuk kota karena terhalang banjir, perlengkapan evakuasi itu karet didrop di Puskesmas Padas. “Saat itu petugas Dinkes kebingungan, mengoperasikan perahu akhirnya memakan waktu lama karena pasang mesin saja tidak bisa,” kata Budi.

Dalam latihan kemarin, Basarnas menurunkan 5 orang instruktur untuk memandu dokter, petugas Dinkes dan petugas puskesmas. Sebelum mengoperasikan perahu, peserta diberi arahan mengenai seluk-beluk perahu karet, cara mendayung, memasang mesin dan mengendalikan perahu. Latihan dilanjutkan praktik berperahu ke tengah danau. Tak jarang petugas Dinkes tampak kesulitan mengarahkan perahu sampai instruktur dari Basarnas menanganinya.

Menurut salah satu anggota tim Basarnas Hariyadi, kendala mengoperasikan perahu dan alat bantu evakuasi korban, bukan hanya terjadi di Ngawi namun juga dari daerah lain yang termasuk rawan bencana. “Ini juga terbukti banyaknya permintaan pada Basarnas dari daerah rawan bencana, latihan diberikan menurut karakteristik kerawanan bencana di daerah tersebut,” kata Hariyadi.

Latihan mengendalikan alat evakuasi, menurut Hariyadi, penting dilakukan warga dan petugas pemerintah di daerah rawan bencana. Untuk menjadi terbiasa dan mahir, dia menyarankan setiap 1-2 bulan diadakan penyegaran dengan latihan bersama. “Jadi kalau aparatnya sigap, korban juga cepat tertangani,” katanya. (ari/isd)

jawa pos


|  Komunitas Blogger Ngawi


Comments

7 Responses to “Menjelang 1Tahun Banjir Ngawi”

  1. mr;palNo Gravatar on Nopember 21st, 2008 17:16

    walahhhh…ide yg bagus tuh…..jemput bola..hehehehe..
    sapa dulu kadinkesnya yah….

  2. MasedeweNo Gravatar on Nopember 21st, 2008 18:30

    semoga tidak hanya dinas kesehatan yang jemput bola, semoga dinas-dinas yang lain di ngawi juga kayak gitu.

    posting terakhir Masedewe adalah… Tip P3K Komputer Ngadat

  3. fauzyNo Gravatar on Nopember 21st, 2008 19:15

    Upaya seperti itu memang harus didukung semua pihak, ya… kalau tidak ada perahu karet , atau kurang terampil mendayung pakai saja rakitan the box ( pohon pisang ) kan lebih terampil, juga banyak dan tidak usah nunggu bantuan provinsi.

  4. denologisNo Gravatar on Nopember 23rd, 2008 11:42

    selain seremoni 1 tahun banjir ngawi, juga waspada banjir [lagi] :)

    yah, semoga musim hujan kali ini tidak separah tahun lalu.

    posting terakhir denologis adalah… migrasi ke denologis[dot]com, ikut?

  5. ALI GHUFRONI STITI KP PARONNo Gravatar on Nopember 23rd, 2008 16:42

    latihan evakuasi bantuan banjir di waduk pondoh harus diadakan setiap tahun.karena tiap tahun kota
    Ngawi masih dibayangi ketakutan banjir.hal ini disebabkan curah hujan terjadi tiap musim hujan.dan
    meluapnya air bengawan so;o.pemerintah harus kerjasama dengan pemerintah kab wonogiri untuk
    menanggulangi bahaya banjir.setelah saya pantau di pinggiran bengawan solo tidak ada pohon samas
    sekali yang ada cuma pasir.hal ini juga akibat penambangan pasir liar yang terjadi di pinggiran bengawawan
    .kakao adalah tumbuhan yang bisa hidup di pasir.mungkin ini dapat menyimpan air dan mengurangi
    bahaya erosi.pemerintah juga dapat memanfaatkan bengawan solo sebagai salah satu sektor pariwi
    sata.seperti didataran eropa sungai besar dijadikan sebagai tempat untuk memanjakan mata dg melihat
    pemandangan dipinggir sungai besar d;an bisa mancing sepuasnya.wah klo ngawi bisa seperti itu pastti
    bisa juga menanggulangi defisit APBD

  6. SanG BaYAnGNo Gravatar on Nopember 24th, 2008 03:22

    Kita semua tahu ngawi rawan banjir dan evakuasi bantuan banjir memang di perlukan,namun kita mesti fikirkan jalan keluar bagaimana agar tidak terjadi banjir lagi,mungkin itu akan lebih baik,misalnya kayak ide mas ALI GHUFRONI ini bisa di jadikan bahan pertimbangan,karena ngawi punya potensi untuk itu.

  7. arifastNo Gravatar on Nopember 26th, 2008 22:36

    Latihan untuk penanganan banjir yang dimotori oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi sangat bagus . . . . . sangat OK sekali . . . . . ., but ada yang harus diperhatikan mestinya pelatihan tersebut terpadu dan melibatkan satuan kerja terkait, dan yang lebih penting lagi kalau banjir itu kan air mengalir, jadi latihannya ya harus di air yang ngalir misal di Bengawan solo atau Madiun, . . . . . sehingga bila terjadi banjir (maaf saya pribadi tidak menghendaki banjir. . . . . tapi lain itu rahasia Allah) bisa benar-benar bisa menangani.

    OKe Siiip Dinkes semoga maju dan semangat . . . . !

Leave a Reply




Iklan Anda LA Cellular
Iklan Anda
THE BOBs Display Pagerank Add to Technorati Favorites Top Blogs Resources server monitor Top Politics blogs copy paste bebas tanpa syarat KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

eXTReMe Tracker