Penanggalan Jawa

Penanda akhir tahun pada perhitungan tahun Islam dan Jawa. Pada tahun ini jatuh pada bulan Desember tanggal 27. Kalo saat senggang pas kerja dan lirikan mata pas tertuju pada lembaran lembaran tanggalan, maka berbinarlah bola mata kita. Berkilau, kilau. Nampak pada tanggalan kalau tanggal 27 Des itu jatuh pada hsri senin, dan itu berarti menumpuk kan hari libur minggu dan senin lumayan. Nah Lirikan bola mata pasti jatuh juga pada empat hari sebelum hari senin, yaitu hari kamis yang secara ketepatan perhitungan masehi juga berlangsung Hari Raya Saudara Saudara kita umat Kristiani, yaitu tanggal 25 Des. Sudah tidak bisa di tawar lagi, berarti mulai hari rabu sore kita sudah boleh merayakan libur panjang….. kamis jumat sabtu minggu senin.

Bagi para pekerja jawatan swasta hal ini benar benar menjadi moment yang tepat untuk meluangkan waktu sekedar bertemu keluarga, teman bahkan ber travelling.

Bagi kawan kawan di propinsi jatim tentu saja mempunyai banyak pilihan melewatkan libur panjang tersebut. Mengingat Jawa timur memang penuh eksotisme. Mulai dari wisata alam, wisata budaya, wisata religi dan wisata art. Atau cuma sekedar kongkow kongkow bersama keluarga di rumah. Cukup Panjang.

Penanggalan tahunbaru jawa sebenarnya tidak menjadi bersamaan dengan tahunbaru Islam. Untuk memudahkan penanggalan saja pada waktu mataram baru di pimpin Sayidin Panatagama, (gelar dari Mekkah) Sultan Agung Hanyokrokusumo (Raja Mataram Kesultanan Pertama, Keluarga dari Panembahan Seda Krapyak). Kedekatan Kesultanan Mataram dengan filosofi Islam pada waktu itu menjadi menjadi hal yang dominan dalam menentukan kebijakan Kerajaan.

Bukan berarti di Jawa belum ada penanggalan atau astronomi. Ilmu astronomi telah di kuasai oleh masyarakat Jawa kuno sebelumnya. Terbukti telah di kenalnya penanggalan Tahun Saka. (yang sering sekali di pakai untuk penanggalan pada prasasti kerajaan Jawa)

Menjadi bukti nyata bahwa di Jawa telah mempunyai peradapan yang lebih. Sebelum keturunan dari tanah India datang di tanah jawa (yang nantinya menjadi nenek moyang). Di tanah Jawa telah terjadi sebuah peradapan yang maju, seperti halnya, orang jawa telah mengenal bercocok tanam, irigasi, mengolah logam menjadi barang keperluan sehari hari (pande), dan astronomi itu sendiri.

Setelah tibanya nenek moyang kita dari tanah India barulah kita mengenal tulisan Palawa. Dan itu menandai semakin majjnya peradapan di tanah Jawa. Bahkan raja raja Jawa mempunyai hobi menulis setelah mengenal huruf palawa Dari peradapan Singosari saja, telah ada Prasati Dinoyo yang menerangkan Kekuasaaan Raja Wisnuwardana . Dan lebih maju lagi pada saat Mataram Baru, tataran wacana Sosial, art dan religi telah di dokumentasikan dalam suluh lagu berupa tulisan yang Dahsyat berjudul Serat Centini, dirangkum oleh ke tiga murid sunan Giri yang mengdakan perjalanan mengelinglimgi tanah Jawa dan berkunjung ke Tanah Arab Saudi.

JAS MERAH Sekedar Preview saja, agar kita tak lupa Sejarah. Dengan sejarah kita bakal lebih berhati hati lagi dalam bersikap dan berkomitment.

ditulis oleh aan yudhi artha
imajimaya.wordpress.com

Melu kategori : Uncategorized