PERDA Lingkungan Hidup Ngawi

Perda LH Belum Disahkan

NGAWI – Pengesahan Perda Lingkungan Hidup (LH) sampai saat ini ditunggu kalangan peduli lingkungan di Ngawi. Padahal, Perda LH sendiri sudah jadi wacana sejak dua tahun lalu. Akibat banyaknya pelanggaran lingkungan yang terjadi di Ngawi selama ini.

Menurut Machrus Yasin, anggota Komisi A DPRD Ngawi, Perda Lingkungan Hidup secara umum sudah selesai. Namun untuk pengesahan memang dijadikan satu dengan perda lainnya. ”Maksudnya biar sekalian diparipurnakan,” kata Machrus.

Perda tersebut di antaranya memuat berbagai aturan mengenai perlindungan, pengelolaan dan pelestarian kekayaan sumber daya alam. Sampai saat ini berbagai masalah lingkungan menjadi polemik di masyarakat dan belum ada solusinya.

Di antaranya protes masyarakat mengenai eksploitasi sumber daya air pegunungan, penambangan pasir tanpa izin, pencemaran lingkungan air sungai dan sebagainya. Diakui oleh Kabid Pengelolan Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup, Pertambangan dan Energi (LHPE) Ngawi, Suhandoko, laporan masyarakat akan pencemaran lingkungan makin meningkat. ”Misalnya pencemaran sungai, limbah usaha yang tidak dikelola dengan baik, serta eksploitasi sumber air,” katanya.

Molornya Perda LH ini membuat pemkab belum dapat memberikan sanksi lebih tegas apabila ditemukan pelanggaran. Namun saat ini pencemaran lingkungan baru dapat dijerat dengan UU Lingkungan No 23 saja. Penambahan sanksi juga berusaha dilakukan dengan adanya Peraturan Bupati (Perbup) Lingkungan Hidup. ”Namun kalau ada Perda, tentu akan lebih kuat pemberlakuan sanksi itu,” kata Suhandoko. (ari/eba)

dari jawa pos

Melu kategori : Uncategorized