Polisi Tidur di Jembatan
Tak hanya infrastruktur jalan raya yang kondisinya memprihatinkan. Sejumlah jembatan yang juga merupakan salah satu sarana vital kelancaran transportasi banyak yang mengalami kerusakan, salah satunya Jembatan Dungus. Jembatan yang menghubungkan Kelurahan Ketanggi dan Desa Karangasri itu sudah berulang kali dilakukan perbaikan, tapi permukaan jalan tetap saja bergelombang sehingga seolah-olah kita melewati polisi tidur.
Jembatan itu beberapa waktu lalu sempat direnovasi. Sebagian bahu jalan dibongkar untuk diganti dasarannya. Lalu, permukaannya diaspal ulang. Namun, tak berapa lama kemudian sudah mengalami kerusakan. Aspal mulai mengelupas. Padahal, jembatan itu merupakan sarana vital masyarakat. Hampir tiap hari saya melewati jembatan itu terutama jika pulang dari kantor.
Jembatan itu pernah juga membawa korban. Pada malam hari ada pengendara motor yang tercebur ke sungai bawah jembatan. Kebetulan di sisi barat pas kelokan jalan tidak ada pagar pembatas. Alhasil korban jiwa pun melayang.
Sebagai pengguna setia jembatan itu saya sudah tak sanggup menghitung sudah berapa kali jembatan peninggalan Jepang itu diperbaiki. Pernah karena perbaikan, jembatan tersebut ditutup hingga berbulan-bulan. Hasilnya memang memuaskan. Aspalnya baru, jalan pun mulus. Tapi itu tak berlangsung lama. Saat ada sidak dari anggota dewan katanya ada ketidaksesuaian perencanaan. Pihak pelaksana perbaikan disuruh membongkar lagi. Akhirnya jembatan ditutup berminggu-minggu. Setelah jadi ternyata tidak bertambah bagus malah semakin jelek. Buktinya berkali-kali mengalami kerusakan.
Karena ada lubang di jembatan, lubang itu ditambal dengan aspal. Begitu seterusnya sehingga seolah-olah jembatan tersebut ada polisi tidurnya. Jika tidak hati-hati kita bisa celaka apalagi jalannya tidak begitu lebar sedangkan arus lalu lintas sangat ramai.
Tapi menyalahkan pemerintah saja juga tidak bijak. Masyarakat sebagai pengguna harusnya juga turut menjaga. Namun sepertinya sebagian masyarakat tidak peduli. Hal inilah salah satu yang menyebabkan jembatan sering rusak. Di antaranya kelebihan beban. Kalau tidak salah lihat dulu ada tanda truk dilarang melewati jembatan.
Sering saya menyaksikan truk-truk melewati jembatan itu termasuk di antaranya truk dari kepolisian. Dulu pasca diperbaiki di sisi barat jembatan dipasang portal agar truk tidak bisa masuk. Namun portal itu pun dilanggar sehingga di bagian atasnya peyok.
Pernah juga pasca perbaikan di waktu yang lain dipasang portal yang baru. Tetap di sisi sebelah barat. Pagi hari saat melewati jembatan saya masih melihat portal terpasang tetapi saat sore harinya portal sudah tergeletak di aspal, patah. Barangkali menjadi korban keganasan truk lagi.
Klop-lah derita negeri ini. Pemerintah membangun dengan tambal sulam, masyarakat merusak hasil pembangunan.
19112010

memprihatinkan kak,. ..
nganggoOpera/9.80 (Android; Opera Mini/7.29704/27.1813; U; en) Presto/2.8.119 Version/11.10
wew… banyak sekali tulisan yang mengeluhkan masalah infrastruktur, semoga ini berlanjut pada momentum MUSRENBANGDES di masing-masing desa, dan bentuk partisipasi rakyat terkait pembangunan bisa tersalurkan
nganggoMozilla/5.0 (X11; U; Linux i686; en-US; rv:1.9.1.16) Gecko/20111108 Iceweasel/3.5.16 (like Firefox/3.5.16)
memang mengkhawatirkan mas jembatan tersebut selain sempitnya juga. Saya saja selalu memilih untuk mengambil jalan memutar lewat jembatan besar
nganggoOpera/9.80 (Series 60; Opera Mini/6.5.29700/27.1813; U; en) Presto/2.8.119 Version/11.10
Oalaaah Jembatan Bergelombang Tah… Tak Pikir Klo Polisi Tidur Di Jembatan..
Foto nya Mana Gus Abid…
nganggoMozilla/5.0 (Windows NT 6.1; rv:12.0) Gecko/20100101 Firefox/12.0
Kalau sekarang jd kek gni, harusnya dlu g dibogkar ya, tapi yg lalu sdh trjdi. skrang trpenting bgaimana smuany bs sadar ttg keadaan jmbtan it,
nganggoOpera/9.80 (J2ME/MIDP; Opera Mini/6.24093/27.1813; U; en) Presto/2.8.119 Version/11.10
seharusnya jembatan itu tidak di bongkar ya,… mungkin itu yang membuat jadi tambah rusak,..:(
nganggoMozilla/5.0 (Windows NT 6.1; rv:12.0) Gecko/20100101 Firefox/12.0
Semoga bisa diperbaiki dan mudah2an gak makin parah
nganggoMozilla/5.0 (Linux; U; Android 2.2; en-mt; Light Build/FRF91) AppleWebKit/533.1 (KHTML, like Gecko) Version/4.0 Mobile Safari/533.1
woalah toyo. yo…
nganggoWebmin
betul mas.. selain perhatian dari pemerintah.. ada baiknya masyarakat juga ikut andil menjaga jembatan tersebut.. kalau masih tidak ada perhatian juga ada baiknya juga masyarakat memungut iuran bagi pengguna jembatan tersebut dan nanti uangnya di pakai untuk perbaiakan dan perawatan nya.. seperti hal nya SURAMADU… kalau ini namanya PELASRI hehe
nganggoMozilla/5.0 (Windows NT 6.1; rv:5.0) Gecko/20100101 Firefox/5.0
Hemmm. . . impas sudah…
nganggoOpera/9.80 (Android 2.3.7; Linux; Opera Mobi/35779; U; en) Presto/2.10.254 Version/12.00
Baru kemarin ada status di FB bahwa Ngawi mendapat adipura. Welwh-welwh yang dinilai apanya ya. Kalau Ngawi mendapat adipura, kota lain macam mana tuh?!!
nganggoSoal jembatan, sekali lagi terlalu banyak sunatan shg kualitasnya spt itu. Secara nominal nilai proyek mestinya kualitas perbaikan 2 thn yang lalu itu sangat bagus dan hingga kini mestinya pun masih bagus. Tapi kenyataannya???!
Mozilla/5.0 (Windows NT 5.1; rv:13.0) Gecko/20100101 Firefox/13.0
Udah biasa itu di Ngawi,,,,
nganggoMozilla/5.0 (Windows NT 6.2) AppleWebKit/537.22 (KHTML, like Gecko) Chrome/25.0.1364.172 Safari/537.22