Ratusan Guru Demo Panitia Sertifikasi

Sekitar 300 guru, sebagian besar dari mereka guru senior, peserta sertifikasi guru pada rayon 115 yang lokasi sertifikasinya di kampus Universitas Negeri Malang (UM) mendatangi kampus itu, hari Kamis kemarin (29/12/2011). Mereka berdemonstrasi untuk memprotes hasil ujian sertifikasi oleh Panitia Sertifikasi Guru (PSG) yang tidak meluluskan para guru tersebut. PSG rayon 115 meliputi para guru dari 11 kota dan kabupaten se-Jawa Timur.

Para guru berdatangan dari berbagai daerah area rayon 115. Nama mereka tercantum di situs web panitia sebagai peserta yang tidak lulus. Mereka mula-mula berkumpul di depan gerbang kampus UM, lalu berjalan kaki masuk ke dalam kampus menuju gedung kantor PSG UM. Mereka mempertanyakan sejum lah keanehan, yang dinilai menjadi penyebab ketidaklulusan.

Suraji (50-an), guru asal Ngawi menjelaskan, dirinya mengalami sendiri keanehan atas hasil sertifikasi. ” Saya tidak lulus ujian sertifikasi 2011. Artinya, saya baru boleh ikut ujian sertifikasi lagi 2013, dan tidak boleh ikut ujian sertifikasi 2012. Namun, sebelum pengumuman hasil ujiansertifikasi 2011 muncul, sudah muncul daftar peserta ujian sertifikasi 2012. Anehnya, nama saya ada disitu. Lebih aneh lagi, saya kemudian tidak lulus ujian sertifikasi setelah pengumumannya muncul. Jadi kami lalu bertanya-tanya, bagaimana sebenarnya prosedur munculnya nama-nama, karena seolah-olah ada rekayasa yang mengatur jatah lulus dan tidak lulus,” katanya.

Sejumlah keanehan lain diungkapkan para guru, yang menyebutkan ada guru yang meninggal setelah ujian sertifikasi sebelumnya tidak lulus. Pada peserta yang tidak lulus, ada peluang mengikuti ujian susulan atau remidy (perbaikan). Setelah ujian susulan selesai dan hasilnya diumumkan, nama orang yang sudah meninggal ini muncul dalam daftar ujian susulan, dan ada nilai hasil ujiannya. Ini terjadi pada nama seorang guru asal Kabupaten Madiun (Jawa Timur)

“Aneka cerita aneh ini mewarnai proses sertifikasi tersebut, yang memancing protes para guru. Ada peserta yang absen bisa lulus, ada peserta yang dalam keadaan sakit bahkan cuci darah bisa lulus, yang membuat kecewa pada peserta yang sehat dan mengikuti sertifikasi secara penuh,” tutur Evy, guru SMA Negeri 5 Malang.

Ada juga kisah tentang diselenggarakannya sebuah seminar di Madiun, yang memberi janji kelulusan pada peserta seminar. Ini menjadikan peserta seminarnya menjadi banyak. Namun kemudian hasilnya ada peserta yang lulus sertifikasi, dan ada pula peserta seminar yang tidak lulus sertifikasi. Masalahnya pula, problem sejenis ini tidak terjadi pada PSG rayon lain, misalnya yang berlangsung di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), ungkap Ny Evy. Di antara para guru menyebutkan, banyak dari guru yang tidak lulus sertifikasi itu bergelar master dan doktor, sehingga menimbulkan tanda tanya.

Wakil guru kemudian diterima oleh Rektor UM Prof Dr Suparno, yang tidak muncul di lokasi demonstrasi. Perundingan hingga Kamis sore menghasilkan janji dari pihak UM sebagai instansi PSG Rayon 115 untuk mengkaji hasil kelulusan ujian sertifikasi dengan memeriksa hasil pekerjaan dari ujian sertifikasi kembali. Para guru demonstran ini kemudian membubarkan diri.

Incoming search terms:

cerita rakyat asal usul kota ngawi dan gambarnya, cerita rakyat asal ngawi, asal mula nama ngawi cerita, sertifikasi guru 2012 ngawi, sertifikasi guru madiun, sidang heri martono ngawi, tanggal pengumuman kelulusan sma ngawi 2012,
Melu kategori : Berita

7 Responses to “Ratusan Guru Demo Panitia Sertifikasi”

  1. hadeh2.. demo lagii.. demo lagiii

    nganggo Internet Explorer 9.0 Internet Explorer 9.0 neng Windows 7 Windows 7
    Mozilla/5.0 (compatible; MSIE 9.0; Windows NT 6.1; Trident/5.0; MALC)
  2. Demo itu sudah jadi tradisi kali yach..hehehe

    nganggo Firefox 8.0.1 Firefox 8.0.1 neng Windows XP Windows XP
    Mozilla/5.0 (Windows NT 5.1; rv:8.0.1) Gecko/20100101 Firefox/8.0.1
  3. budies says:

    guru pun sudah mulai terserang virus demo

    nganggo Firefox 8.0.1 Firefox 8.0.1 neng Windows Vista Windows Vista
    Mozilla/5.0 (Windows NT 6.0; rv:8.0.1) Gecko/20100101 Firefox/8.0.1
  4. Mawar Hitam says:

    Yang nggak suka demo monggo, buat yang satu ini saya dukung.

    Nek murid goblog sing disalahkan Gurunya. Nek ga lulus sertifikasi gak yo sing nyinauni sing kliru, brarti dosen e perlu dipertanyakan rek keberadaannya. Pantaskah jadi dosen e guru???

    nganggo Firefox 9.0.1 Firefox 9.0.1 neng Windows XP Windows XP
    Mozilla/5.0 (Windows NT 5.1; rv:9.0.1) Gecko/20100101 Firefox/9.0.1
  5. aryan says:

    pie iki kelanjutane?

    nganggo Opera Mini 5.862 Opera Mini 5.862 neng J2ME/MIDP Device J2ME/MIDP Device
    Opera/9.80 (J2ME/MIDP; Opera Mini/5.862/26.1395; U; en) Presto/2.8.119 Version/10.54
  6. Kok bablas ayem2 wae..,

    nganggo Google Chrome 16.0.912.75 Google Chrome 16.0.912.75 neng Windows 7 Windows 7
    Mozilla/5.0 (Windows NT 6.1) AppleWebKit/535.7 (KHTML, like Gecko) Chrome/16.0.912.75 Safari/535.7
  7. ties says:

    dosen2 yg diterjunkan ke dalam sertifikasi klo dari UM adalah dosen2 pilihan yg tidak sembarangan mengajar, hanya saja mereka ekspektasinya tinggi. jadi klo guru yg cuma hadir saja, ummm… gak yakin deh bisa lulus. klo masalah guru yg tidak hadir kok lulus itu mungkin bagian adminnya, bukan dosen yg mengajar. yg jelas profesional menurut mereka bukan yg banyak pengalaman mengajar sekian tahun, tp jg punya landasan teori.. mereka yg mengerti approach dan belief dalam mengajar, yg bisa memecahkan masalah2 dalam practice berdasarkan theory nya tersebut. jadi gak cuma okol, tapi akal jg. dan menurut saya klo cm mengomentari dari satu sisi saja, tidak fair. kritis dan mencela itu beda. so, jadilah lebih bijak. lihat dulu permasalahannya, baru bicara.

    nganggo Firefox 3.6.26 Firefox 3.6.26 neng Windows 7 Windows 7
    Mozilla/5.0 (Windows; U; Windows NT 6.1; en-US; rv:1.9.2.26) Gecko/20120128 Firefox/3.6.26