Segera Ganti Status jadi BLUD

Di sisi lain, status RSUD dr Soeroto Ngawi dalam waktu dekat akan berganti.Jika semula menjadi naungan SKPD (satuan kerja perangkat daerah)dan dana untuk pengelolaannya bersumber dari APBD, kelak menjadi manajemen sendiri dengan status badan layanan umum daerah (BLUD).
Kepastian perubahan status itu didapat setelah kemarin (19/1),pihak manajemen rumah sakit lakukan hearing gabungan dengan Komisi I,II,dan III DPRD Ngawi.Juga beberapa SKPD terkait seperti Bappeda,DPPKA,serta Bagian hukum pemkab.

Dengan perubahan status itu diharapkan pelayanan terhadap pasien,terutama kalangan kurang mampu,bisa lebih maksimal.’Perubahan yang paling mendasar itu terutama dalam hal pengelolaan keuangan.Sehingga,apa saja yang dibutuhkan rumah sakit,bisa segera direalisasikan tanpa mengajukan tambahan ke APBD,’ terang Slamet Riyanto,ketua Komisi II DPRD Ngawi, kemarin(19/1).

Kendati demikian,kata Slamet,dalam proses tersebut akan ada bentuk pengawasan.Pun seluruh aturan yang dijalankan,ada regulasinya melalui peraturan bupati. ‘Saat ini kami segera lakukan monitoring akhir.Kami targetkan akhir Januari klir.Sehingga,awal Februari nanti status BLUD sudah dijalankan,’urai ketua komisi yang membidangi ekonomi dan kesejahteraan sosial ini.

Sebenarnya wacana perubahan status ini sudah digagas sejak lama.Hanya saja,beberapa syarat untuk menjadi BLUD,baru bisa terpenuhi awal 2011 ini.Di antaranya terkait kapasitas ruangan dan jumlah tenaga kesehatan. Hal itu sebagaimana diatur dalam UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara,UU Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit,dan Permendagri Nomor.61 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah.

Sementaar itu,terkait perubahan status tersebut,drg Hendro Wahyudiono,direktur RSUD dr Soeroto,mengaku pihaknya sudah siap.’Semua ini demi peningkatan pelayanan kepada pasien.Mulai pelayanan fisik hingga asupan gizinya,’tuturnya.(wka/isd) (mbak sri)

radarmadiun

Melu kategori : BeritaNgawi

19 Responses to “Segera Ganti Status jadi BLUD”

  1. SanG BaYAnG says:

    Selamat..
    Semoga pelayananya bisa lebih baik

  2. hatifah says:

    demi peningkatan pelayanan pasien.,.
    Amiinnn., semoga meningkat.,

  3. budies says:

    di telan spam ya komengku

  4. budies says:

    lho enggak kok kalau ditelan sepam, yang penting pelayanannya tambah baik, maslah ganti nama, ganti manajemen terserah

  5. zebhi says:

    Pokok’e maju terus Kabupaten Ngawi. :D

  6. Mawar Hitam says:

    waduh waduh komentarku ugung di moderasi :(

  7. Mawar Hitam says:

    wedeh wedeh wis muncul ternyata,

    semoga pelayanan di daerah pinggiran tetap menjadi tujuan utama peningkatan pelayanan kesehatan

  8. budies says:

    lho, ini yang di tunggu masyrakat, cepat dan bermutu

  9. Mrpall says:

    masyarakat yg mana yg nunggu bos….

  10. 16 September says:

    Aku durung mudeng iki maksude piye nu.. :roll: tenan…

  11. […] pengemplang pajak tu maksudnya gimana to?. Padahal yang namanya KEMPLANG itu adalah nama makanan di Ngawi. Makanan itu terbuat dari ketan yang diolah lalu digoreng dan dikasih tepung gula. Sekarang saya di […]

  12. budies says:

    selamat malam warga Ngawi semua

  13. mrpall says:

    Perlukah Pasien Rawat Inap Ditunggui Keluarga ?
    di komen ajah brow…..