Tengkulak Mainan Harga Melon
Petani melon di Ngawi mengeluhkan permainan distributor yang telah mematok harga diabawah standar. Meski permintaan buah segar terus mengalami kenaikan, bukan berarti petani mengalami keuntungan melimpah. Kondisi itulah yang menjadi kendala utama kenapa petani buah melon khususnya, tidak dapat menikmati jerih payahnya secara maksimal.
Harga yang ditawarkan spekulan kepada petani Rp 2.500 per kilogram. Harga itu bisa berlipat ganda ditangan konsumen. Yakni bisa menembus harga Rp 6 ribu per kilogram. ”Paling kami hanya manut saja dengan pemborong (distributor atau tengkulak, red). Sebab saat ini sudah musimnya panen,” terang Sadimin salah seorang petani melon di Desa Gunting, Geneng.
Petani melon tampaknya masih tergantung seratus persen tengkulak lokal dalam memasarkan hasil panennya. Terbukti, berapapun harga yang ditawarkan para spekulan petani cenderung tidak bisa menolak. Meski keputusan yang diambil tersebut bakal membatasi keuntungan yang dikantonginya. ”Bagaimana lagi, para tengkulak biasanya sudah sama-sama sepakat dengan harga yang ditawarkan. Sehingga kami kesulitan untuk menjual lebih mahal. Meski harga ditingkat konsumen bisa berlipat ganda,” ungkapnya.
Dikatakannya, pada musim panen kali ini, hasil panennya cukup bagus. Dengan luas lahan yang sama, hasilnya bisa dua kali lipat dibanding musim panen sebelumnya. Sayangnya, harga yang relatif rendah memaksa panen raya ini seakan kurang diminati para petani. ”Bagi kami sama saja, bila dulu tertolong harga tinggi. Tapi kali ini, tertolong hasil melimpah,” tandasnya.
Hal senada juga diutarakan Giyono yang sudah menggeluti penanaman melon hampir 10 tahun. Harga fluktuatif menjadi kendala terbesar petani melon. Terkadang harga tinggi menembus Rp 4 ribu per kilogram. Tapi tidak jarang harga rendah mencapai seribu rupiah per kilogram. ”Harus pandai-pandai mengatur musim tanam. Bila tidak, bersiaplah mengalami kerugian besar,” pungkasnya.(dip/tya)
jawapos
Related Posts
Comments
7 Comments on Tengkulak Mainan Harga Melon
-
dameydra berkata pada
01 Sep 2009 pukul 08:00
menggunakan browser Google Chrome 2.0.172.43 di Windows XP
-
maspri berkata pada
01 Sep 2009 pukul 10:15
menggunakan browser Internet Explorer 5.01 di Windows 98
-
arek ngawi reply:01 Sep 2009 pukul 22:24
menggunakan browser Shiretoko 3.5.4pre di Ubuntu 9.04
-
Budi_tkjngawi berkata pada
11 Sep 2009 pukul 12:29
menggunakan browser Opera Mini 4.2.14456 di J2ME/MIDP Device
-
Warnet Adiratna berkata pada
12 Sep 2009 pukul 15:40
menggunakan browser Firefox 3.5.3 di Windows XP
-
Warnet Adiratna berkata pada
12 Sep 2009 pukul 15:46
menggunakan browser Firefox 3.5.3 di Windows XP
Setelah membaca ene kq malah pengen es melon..
[reply]
kebangetan tuch para tengkulak
Posting baru dameydra : Pelecehan Lagu Indonesia Raya Oleh Malingsia ![]()
[reply]
nasib petani dr dulu koq sll d pihak yg lemah, shg ga bs berbuat banyak pabila lg msm panen
[reply]
mas kok masih pake windw 98..
minta dong kalo ada masternya…
untuk kangen-kangenan tempoe duloe
![]()
Posting baru arek ngawi : Harus dan Tidak di Internet ![]()
[reply]
Wah jngan nyalahkan tengkulak ya!:-)
mang ngawi bnyak ptani mlon n harganya dri ptani lbh murah tpi setau q mlon dri ngawi jualnya ke jakarta,surbya n mpe kalimantan jga!skrang byangkan ongkoz bwat krim mlon smpe tjuan brapa?blum biaya kuli angkut n upah yg nyarikan melon!yg penting skrang petani untung n pdagang jga untung!brez to?
;-)
q blang gni cz ortu q pdagang melon!
[reply]
kurang gaean.. dolanan kok rego?…
weleh weleh…
Posting baru Warnet Adiratna : TIPS mengisi Liburan sekolah ![]()
[reply]
judule kleru kuwi… kudune Tengkulak Mainkan ( gak mainan) harga melon.
mesakne melone… lon… lon… eh mon… mon… ![]()
Posting baru Warnet Adiratna : TIPS mengisi Liburan sekolah ![]()
[reply]
Katakan pada kami tentang tulisan diatas...

















menggunakan browser Opera Mini 4.2.14320 di J2ME/MIDP Device