Wakil PD dan Golkar Ngaplo
Partai Demokrat (PD) dan Golkar hanya bisa geleng-geleng kepala. Kerugian besar terpaksa ditelan dua partai besar tersebut dalam kancah pemilihan atau voting ketua komisi sebagai alat kelengkapan dewan. Tak satupun perwakilan yang dijagokan melenggang mulus. Kalah bersaing dengan rival partai poros tengah yang dimotori PPP, PAN dan PKS. Dari empat kursi ketua komisi, partai berbasis Islam itu mampu menggaet tiga pucuk pimpinan.
Khoirul Anam yang berasal dari Fraksi PPP mendapat jatah ketua komisi A. Legislator PKB itu memang dikabarkan sebelumnya merupakan tokoh yang dijagokan sejumlah partai mengemban jabatan vital tersebut. Komisi C dipegang Supeno yang juga menjabat ketua DPC PAN. Untuk ketua komisi D akan dikomandoi Budi Purwanto legislator PPP yang berpasangan dengan Anton Budi Himawan dari PAN.
PDI Perjuangan hanya menempatkan Slamet Riyanto duduk di ketua komisi B. Sedangkan, wakilnya Dedi Suprihadi Wibowo dari PKS. Ironisnya, Golkar sebagai partai pemenang kedua dibawah PDI Perjuangan hanya kebagian wakil ketua komisi A. Yang diemban Suprapto. Kondisi lebih parah lagi dialami PD. Semua kader dari partai penguasa itu tidak ada yang duduk di jabatan ketua dan wakil komisi satupun. Padahal, Demokrat dalam kedudukannya di parlemen merupakan partai yang sangat diperhitungkan dalam kancah politik. Ini setelah berhasil mengirimkan enam wakil dilembaga legislatif.
Menanggapi hasil buruk itu, Ketua DPC Demokrat Ngawi Isnaini Widodo mengaku prihatin. Kader Demokrat yang dianggap berkualitas malah kalah dalam voting. Namun demikian, pihaknya tetap legowo menerima hasil keputusan akhir. ”Dalam demokrasi itu menang dan kalah sudah merupakan kewajaran. Tidak menjadi permasalahan yang harus dilarut-larutkan,” kata Isnaini Widodo saat dikonfirmasi koran ini.
Hal senada juga diungkapkan Ketua DPD Golkar Ngawi Yayuk Sri Rahayuningsih. Kekalahan calon yang diajukan partai berlambang pohon beringin itu dalam pembentukan komisi disebabkan ketidak beruntungan saja. Bukan dari kualitas legislator Golkar yang dianggap tidak mampu mengemban tugas tersebut.
Pihaknya khawatir, pembentukan keanggotaan komisi tidak berdasar kepentingan masyarakat. Melainkan ada skenario dibalik layar yang lebih memprioritaskan persoalan partai. ”Yang kami akan respek pada tugas dan fungsi sebagai anggota dewan. Toh pertanggung jawaban kami pada rakyat,” elak Yayuk Sri Rahayuningsih.
Komentar yang tak kalah lantang juga dilontarkan Ketua DPC PPP Ngawi Makrus Yassin. Pihaknya tak mengelak sukses besar yang direngkuh partai berlambang kabah itu hasil koordinasi dengan PDI Perjuangan. ”Kami sudah membicarakan sebelumnya dengan mas Kanang (Budi Sulistyono Ketua DPC PDI Perjuangan Ngawi, red). Sebab saat menjalin koordinasi dengan Demokrat tidak menghasilkan titik terang,” tegasnya.(dip/tya)
jawapos
Random Post
Comments
3 Comments on Wakil PD dan Golkar Ngaplo
-
Anton berkata pada
24 Oct 2009 pukul 09:12
Surfing
Firefox 3.5.3 on
Windows XP
-
BestFast berkata pada
02 Nov 2009 pukul 11:16
Surfing
Firefox 3.0.6 on
Windows XP
inilah seninya demokrasi…..
[reply]
gak po po lah sing penting … bayaran ben wulan !!!!!
[reply]
Semoga akan kebagian lain yang lebih berguna dan mendorong untuk menyejahterakan masyarakat
[reply]
Katakan pada kami tentang tulisan diatas...

















Surfing
Firefox 3.0.11 on
Windows XP