Warga di Daerah Rawan Banjir Was-Was
Tingginya curah hujan yang mengguyur Ngawi sebulan terakhir, membuat warga di daerah rawan banjir mulai was-was. Walaupun sampai kini banjir belum terjadi, namun sejumlah antisipasi mulai dilakukan warga.
Daerah Ngawi yang rentan dengan bajir diantaranya sekitar Desa Tirak, Purwosari dan Kendung di Kecamatan Kwadungan. Selain itu Desa Kasreman Kecamatan Geneng. Warga daerah ini sudah akrab dengan banjir karena secara geografis terletak dekat dengan sungai Bengawan Madiun. “Sejak banjir besar tahun lalu kami trauma. Kini selalu waspada dengan ketinggian air sungai,” kata Kamiso, salah satu warga Kasreman
Waspada banjir juga mulai ditunjukkan warga dengan ikut serta memelihara alat pantau banjir yang dipasang PU Jasa Tirta. Dengan alat ini, alarm banjir akan berbunyi ketika ketinggian air sungai dirasa membahayakan. Radius terdengarnya alarm saat malam hari bisa mencapai 2 kilometer.
Di Kecamatan Ngawi kota, warga sekitar Kampung Baru Kelurahan Ketanggi juga mulai waspada. Daerah ini juga berada di sekitar pertemuan Bengawan Solo dan Bengawan Madiun sehingga lebih rentan. Pada tahun lalu Kampung Baru dan daerah perumahan sekitarnya kebanjiran. “Kini banyak warga mengantisipasi dengan membangun rumahnya dua lantai,” kata Supardi warga setempat.
Menurut Supardi, tahun lalu kendati dia dan seluruh keluarganya ikut mengungsi karena rumahnya kebanjiran namun banyak barang masih bisa diselamatkan karena bagian belakang sudah berlantai dua. Bangunan itu didirikan jauh sebelum banjir 2007. “Saya sudah ngedak ya loteng kecil saja tetapi bisa untuk tempat barang elektronik dan kursi biar tidak kebanjiran,” ungkapnya.
Aktifitas warga sekitar Kampung Baru dan warga perumahan untuk memperbaiki rumah dan membangun lantai bertingkat memang terasa saat memasuki daerah ini. Bagi mereka yang belum memiliki uang, biasanya lebih memilih waspada dengan memantau rutin aliran sugai saat hujan turun. Selain itu di atas jembatan Dungus juga ditempatkan alarm pantau banjir. (ari)
jawapos
Comments
One Response to “Warga di Daerah Rawan Banjir Was-Was”
Leave a Reply







Banner lain 






pengalaman tahun lalu banjir dingawi membuat jeritan bathin bagi warga.bagaimana
tidak setiap musim hujan rasa was was itu pasti ada.banjir yang menggenangi
kota ngawi mengalami kerugian hingga milyaran rupiah.untukmengantisipasinya
perlu adanya penataan saluran air atau pendangkalan sungai bengawan solo.dan
yang daerah dataran rendah membuat peralihan saluran air menuju kesungai.