Waspada Demam Berdarah

Diam-diam Demam Berdarah terus merenggut nyawa dan perlu diwaspadai. Selama 11 bulan dari januari sampai akhir November, sudah 8 nyawa dari berbagai umur yang melayang akibat demam berdarah ini. “Kebanyakan korban meninggal adalah anak-anak,” kata Budi Ristiono, Kabid Penanggulangan dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Ngawi.

Sebenarnya dari segi jumlah kasus selama 2008 lebih sedikit dibanding tahun 2007 lalu. Tahun ini sampai akhir November tercata sekitar 477 kasus DB namun tahun 2007 sampai 571. Bedanya dari segi jumlah korban meninggal dunia terjadi kenaikan sebab pada tahun 2007 hanya 5 orang dan kini jadi 8 orang. “Namun dari segi jumlah suah menurun, contohnya pada Oktober tercatat 30 kasus lebih tahun lalu Oktober tahun ini tercatat hanya 19 kasus,” kata Budi.

Korban meninggal akibat DB pada tahun ini tercatat pada bulan Januari yakni sebanyak 79 kasus dengan 1 orang meninggal, bulan Februari sebanyak 80 kasus dengan jumlah korban meninggal sebanyak 2 orang, bulan Maret sebanyak 83 kasus dengan 1 korban meninggal, bulan April sebanyak 61 kasus dan 3 korban meninggal sedangkan korban meninggal lain tercatat satu orang pada bulan Agustus kendati saat itu hanya tercatat 20 kasus.

Anak-anak yang rentan terserang sakit juga terlihat dari tingkat perawatan di RSUD Dr Soeroto Ngawi. Kemarin pasien anak tampak memenuhi ruang rawat inap. Pasien karena demam berdarah tampak mendominasi walaupun sebagian ada pula yang karena terkena diare. Ganasnya demam berdarah juga menyerang orang dewasa. Misalnya yang menimpa Lilik, salah satu pasien di RSUD Soeroto yang terkena DB. Sejak Jumat lalu dirawat di RSUD dr Soeroto. “Semula gejalanya panas dan demam ternyata setelah diperiksa trombosit turun tinggal 95 ribu,” katanya.

Untuk mencegah makin parahnya demam berdarah menjangkiti warga Ngawi, Dinkes setempat terus melakukan kampanye membudayakan hidup bersih dan sehat. Pola hidup bersih dan sehat ini diharapkan bukan hanya di rumah namun juga di lingkungan sekiar dan di lingkungan sekolah maupun tempat kerja. (ari)

jawapos

Melu kategori : Uncategorized

One Response to “Waspada Demam Berdarah”

  1. Sepertinya wabah demam berdarah ini masih terus memakan bayak “Korban”. Satu demi satu korban berjatuhan tak kenal ampun.

    Mungkin ada baiknya kita lebih instropeksi diri aja dah. Jangan menyalahkan keadaan. Ini tidak meyesaikan masalah justru menambah masalah kian besar.

    Ayo kita mulai dari yang terkecil misalkan ayo kita sama-sama “Menjaga lingkungan kita agar tetap bersih”. Ini sudah termasuk pencegahan datangnya wabah demam berdarah.

    Lam kenal

    Iklan Baris

    nganggo Firefox 3.5.8 Firefox 3.5.8 neng Windows XP Windows XP
    Mozilla/5.0 (Windows; U; Windows NT 5.1; en-US; rv:1.9.1.8) Gecko/20100202 Firefox/3.5.8 GTB6