Wisata Sejarah dan Spiritual

1. Museum Trinil
Bisa dikatakan bahwa wisata ke tempat ini adalah wisata Ilmu Pengetahuan , karena di museum inilah disimpan fosil manusia kera berjalan tegak yang ditemukan Eugene Dubois , yang dikenal dengan nama Phitecantropus Erectus . Ditemukan juga fosil Banteng dan Gajah purba yang sangat berguna bagi penelitian dan pendidikan khususnya dibidang sejarah purbakala . Fosil – fosil tersebut ditemukan di daerah yang dinamakan situs Sangiran , yang berada di pinggir Sungai Bengawan Solo .

2. Benteng Van Den Bosch
Benteng Van Den Bosch dibangun pemerintahan Hindia Belanda pada tahun 1839 – 1845 dengan nama Font Van Den Bosch . Terletak di Kelurahan Pelem , Kecamatan Ngawi wisata sejarah ini mudah dijangkau dengan alat transportasi karena letak dekat dengan pusat kota Ngawi .

3. Kediaman Krt. Radjiman Wedyaningrat
Tokoh pendiri dan pemrakarsa Badan Pergerakan Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia / BPUPKI ini menghabiskan masa tuadi Dusun Paldaplang Desa Kauman Kecamatan Widodaren . Di tempat ini masih berdiri kokoh rumah peninggalan beliau . Perabot , alat-alat rumah tangga dan benda-benda pusaka masih tersimpan dan terawat dengan baik . Lokasi ini sering menjadi tempat upacara peringatan hari lahirnya Pancasila setiap tanggal 1 Juni , utamanya bagi kalangan pelajar dan mahasiswa .

4. Makam PH Kertonegoro dan Patih Ronggolono
Terletak di Sarean Dusun Blimbing Sine Kecamatan Sine makam PH Kertonegoro , dan di Desa Hargomulyo Kecamatan Ngrambe makam dari Patih Ronggolono . Kedua tokoh tersebut adalah Bupati dan Wakil Bupati Gendingan ( sebelum ada pembagian Jawa Timur dan Jawa Tengah ) . Pada hari jadi Kota Ngawi makam tersebut sering dikunjungi pejabat Kabupaten Ngawi , sehingga tempat ini menjadi lebih menarik sebagai tempat tujuan wisata sejarah .

5. Arca Banteng
Merupakan benda – benda purbakala peninggalan Kerajaan Majapahit , benda ini terletak di perkampungan penduduk di Dusun Reco Banteng Desa Wonorejo Kecamatan Kedunggalar . Sekitar 22 Km ke arah barat kota Ngawi , lokasinya mudah dijangkau dengan kendaraan roda dua atau roda empat .

6. Candi Pendem
Termasuk wisata sejarah , karena keberadaan Candi tersebut adalah bukti sejarah bahwa dahulunya di tanah Jawa agama Hindu mempunyai pengaruh yang sangat kuat . Pertama kali situs ini ditemukan oleh Belanda pada tahun 1925 , dan sebagian besar benda – benda purbakala ini dibawa ke Tretes Malang . Akhirnya ini adalah sisa –sisa peninggalan yang belum terbawa Belanda .

7. Pesanggrahan Srigati
Wisat spiritual ditawarkan obyek ini , karena diyakini penduduk setempat obyek ini adalah pusat keraton lelembut ( mahluk halus ) . Terletak di Babadan Paron , pada bulan Suro khususnya Jum`at legi tempat ini banyak dikunjungi peziarah untuk melaksanakan tirakatan / semedi dan sekaligus menyaksikan Upacara Ganti Lanse / Kelambu . Tempat ini dipercayai sebagai petilasan Raja Brawijaya .

8.Petilasan kraton Wirotho
Konon, Wirotho merupakan kerajaan purwa di tanah Jawa, atau masyarakat meyebutnya dengan istilah Wirotho Ghoib . Tempat ini ditemukan oleh Wilmiyah Kusuma Pranala salah seorang kerabat dari Keraton Mangkunegaran Surakarta . Di desa Tanjungsari Kecamatan Jogorogo tanda petilasan ini dibangun . Yang didalam nya disimpan lingga yoni . Keluarga Ratu Wirotho , Prabu Maksopati ini antara lain , Seto , Utopo , Wiratsongko , Dewi Durgandini , Dewi Roro Manis, yang dipercaya pernah tinggal di petilasan ini .

9. Pertapaan Jaka Tarub
Di Desa Widodaren Kecamatan Gerih , konon pengembaraan Jaka Tarub meninggalkan misteri di tempat ini . Bangunan yang didirikan di petilasan dianggap sebagai simbol persinggahan Jaka Tarub , juga keberadaan sendang diyakini sebagai tempat mandi sembilan bidadari . Adapun kebenaran legenda Jaka Tarub sendiri masih sulit diungkapkan . Bukan mustahil pengembaraan Jaka Tarub ke beberapa tempat selalu meninggalkan cerita .

10. Gunung Liliran
Berjarak kurang lebih 47 Km dari Kota Ngawi , di desa Ketanggung Kecamatan Sine , obyek wisata ini bisa termasuk wisata alam dan sipiritual . Pertama latar belakang pegunungan mempunyai daya tarik panorama alam yang menakjubkan . Kedua fenomena sosial yang menjadi satu agenda rutin adalah pada tanggal 1 Muharram ( 1 Suro ) banyak dikunjungi oleh oarang – orang yang mempunyai maksud dan tujuan tertentu .

Melu kategori : NgawiWisata

5 Responses to “Wisata Sejarah dan Spiritual”

  1. Raja Muda Don Yesriel Yohan Kusa Banunaek,ST.,MT says:

    wisata sejarah dan spiritual merupakan identitas budaya suatu suku bangsa, karena di dalamnya terkandung peri kehidupan yang mengakar pada kepribadian bangsa. Dalam tradisi dan adat membentuk budaya yang khas, termasuk dalam lingkungan hidup tempat bangunan dan arsitektur di dalamnya. Manusia telah memberikan arsitektur dan membentuk ’wilayah budaya’ dengan tradisi dan adat istiadat serta kepercayaan.

  2. Cak Pan says:

    Potensi sumber daya alam yang sangat hebat5,perlu adanya pengelolahan yang lebih optimal,sy akan tinggal di Ngawi…….

  3. gunung liliran itu tempat leluhur saya. yang saya sesali adalah bahwa saya baru tahu dari blog ini mengenai kabupaten Gendingan padahal di masa kecil sering bermain di rumah bupuh (bangunan tua dari kayu eks sekolah belanda).
    yang diperlu dieksplor adalah adanya keraton poan yang tokohnya adalah joko budug yang konon dimakamkan di puncak gunung liliran. peninggalan tamansari dulu ada di kaki gunung liliran tersebut. wasalam,

  4. joe MD wido kidul says:

    di Gendingan atau dukuh widodaren lor ada peninggalan patih ronggolono…kalau ga salah…makam kuda andalannya…konon bisa terbang lho